Kamis, 20 Februari 2014

untuk file RAB siahkan download di sini : https://app.box.com/s/hq33ukk9kr2woiw6bp43

Jumat, 10 Januari 2014



Jenis jenis semen
Disesuai dengan tujuan pemakaiannya, semen Portland di Indonesia (SII 001381) dibagi menjadi 5 jenis seperti telah diuraikan diatas, masing tipe-tipe tersebut berbeda dalam penggunaannya yaitu :

¥ Jenis I : adalah Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang diisyaratkan pada jenis-jenis lain

¥ Jenis II : adalah semen ini mempunyai sifat ketahanan sedang terhadap garam-garam sulfat didalam air. Semen portland jenis ini dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang,

¥ Jenis III : adalah semen yang cepat mengeras atau semen yang mempunyai kekuatan tinggi pada umur muda.Jenis ini dalam penggunaannya menuntut persyaratan kekuatan awal yang tinggi setelah pengikatan terjadi

¥ Jenis IV : adalah semen dengan panas hidrasi rendah. Semen jenis ini pengerasan serta perkembangannya lambat. Semen Portland ini dalam penggunaannya menuntut persyaratan panas hidrasi yang rendah

¥ Jenis V : adalah Semen Portland yang dalam penggunaannya menuntut persyaratan sangat tahan terhadap sulfat.
Semen jenis (type) I dipergunakan untuk pekerjaan bangunan dan beton secara umum, yang untuk pemakaiannya atau lingkungannya tidak diperlukan persyaratan khusus.
Semen jenis (type) II dipergunakan untuk konstruksi bangunan dan beton yang berhubungan terus menerus dengan air kotor dan air tanah. Umpamanya untuk pondasi bangunan yang tertanam didalam tanah yang mengandung larutan garam-garam sulfat, untuk pembuatan saluran air buangan dan untuk bangunan yang berhubungan dengan air rawa.

Semen jenis (type) III dipergunakan untuk pekerjaan beton didaerah yang bersuhu rendah (mempunyai musim dingin), terutama didaerah yang beriklim dingin. Ini disebabkan oleh karena semen akan lambat mengeras bilamana suhu udara dingin, apalagi bila suhu sampai didaeah titik beku air.
Semen jenis (type) IV dipergunakan untuk pembuatan beton atau bangunan yang berukuran besar dengan tebal lebih dari 2,00 m, umpamanya untuk pembuatan bendung (dam), pondasi jembatan yang besar atau landasan mesin berukuran besar.

Semen jenis (type) V dipergunakan untuk bangunan yang berhubungan dengan air laut, air buangan industri, bangunan yang terkena pengaruh gas atau uap kimia yang agresif serta untuk bangunan yang selalu berhubungan dengan air tanah yang mengandung garam-garam sulfat dalam persentase yang tinggi.
Syarat :
1.semen tidak kadaluwarsa,dapat diperiksa dengan cara dipegang oleh tangan,bila masih hangat,maka semen belum kadaluwarsa
2.semen belum menggumpal
3.semen masih bereaksi,apabila dipegang dengan tangan semen akan berhamburan
Semen portland adalah suatu bahan konstruksi yang paling banyak dipakai serta merupakan jenis semen hidrolik yang terpenting. Selanjutnya semen portland itu digunakan dalam segala macam adukan seperti fundasi,telapak, dam,tembok penahan, perkerasan jalan dan sebagainya.Apa bila semen portland dicampur dengan pasir atau kapur, dihasilkan adukan yang dipakai untuk pasangan bata atau batu,atau sebagai bahan plesteran untuk permukaan tembok sebelah luar maupun sebelah dalam.


Agregat ialah butiran mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton. Agregat ini menempati 70% volume beton. Walaupun sebagai bahan pengisi akan tetapi agregat sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat betonnya, sehingga pemilihan agregat merupakan bagian penting dalam pembuatan beton
Agregat halus adalah butiran halus yang memiliki kehalusan 2mm – 5mm (pasir), Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi _alami_ bantuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm.
Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari bantuan atau berupabatu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir ntara 5-40 mm. Agregat Kasar, adalah agregat dengan ukuran butiran butiran lebih lebih besar besar dari dari saringan saringan No.88 (2,36 mm)
Agregat campuran – bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batupecah, basalt)
TULANGAN
Ada dua jenis baja tulangan , tulangan polos ( Plain bar ) dan tulangan ulir (Deformed bar ). Sebagian besar baja tulangan yang ada di Indonesia berupa tulangan polos untuk baja lunak dan tulangan ulir untuk baja keras.
penulangan pada beton biasanya ditambah dengan beso beton agar konstruksinya menjadi lebih kuat dan akhirnya dapat memikul beban – beban atau gaya yang bekerja sehingga dikenal istilah beton bertulang.
Munculnya istilah beton bertulang karena terdiri dari dua material dalam instrumen pembuatannya yaitu beton dan besi tulangan. Fungsi tulangan dalam beton bertulang adalah untuk menahan gaya atau tegangan tarik yang bekerja pada konstruksi.
Syarat Mutu Baja Tulangan Beton:
Sifat tampak
Baja tulangan beton tidak boleh menganudng serpihan, lipatan, retakan, cema (luka pd besi beton yang terjadi karena proses cenai) yang dalam dan hanya diperkenankan berkara ringan pada permukaan.

Bentuk
Besi tulangan polos, permukan batang baja tulangan beton harus tidak bersirip

Baja Tulangan Beton Sirip (Defom)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqYFJfz6NnGs71nm6GCNPPMs-7dBsKD-MCkvD_aLBeLeB_Wqw2NwRszTk3io6lNlY5bAN6aa-UlOttssPiKKqcmc5iVLJZZJNHD_FzQlrVEpcxyGOPe5mTDz5ry_1EDOnXKmqLlnd0IjJK/s400/gabar+baja+sirip.jpg

Gambar 23.1 Baja Tulangan Sirip (defom)
Baja tulangan beton sirip (defom) harus mempunyai sirip yang teratur. Setiap batang diperkenankan mempunyai rusuk memanjang yang sejajar dan sejajar dengan sumbu batang, serta sirip-sirip lainya dengan arah melintang sumbu batang.

Sirip-sirip melintang sepanjang batang baja tulangan beton harus terletak pada jarak yang teratur. Serta mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bila diperlukan tanda atau huruf-huruf pada permukaan baja tulangan beton, maka sirip melintang pada posisi di mana angka atau huruf dapat di abaikan

Sirip  melintang tidak boleh membentuk sudut kurang dari 45 derajat terhadap sumbu batang, apabila membentuk sudut antara 45 sampai dengan 75derajat, arah sirip melintang pada satu sisi atau kedua sisi dibuat berlawanan. Bila sudutnya di atas 70derajat arah berlawanan tidak diperlukan

Ukuran dan Toleransi Besi Tulangan Beton
Ukuran baja tulangan polos adalah sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEwajMf_k0FPmMmXxHVCrg6i_FC1XGuAd3Nz0ivjFdg7X_eXi_hw6P8kCas-EGsPiHEZDBxxiq9-M69Je6MPcCtlrv3O6Eem5gNcZxBhakm53iZsAvFiGa87W_HaIwXjwtGRnW3HT12y-J/s400/ukuran+baja+tulangan+polos.jpg
Ukuran baja tulangan sirip atau deform sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJi7ZhIbaNGqF6rkX1FVYf4wKgln9a_5tkwpkKOYiGXnBIK7i0qukNyk3CcAsSPCc2bQkw-XH1IJNIn8gOs6Px2atRBwVllVHaChQ34h9psnVqc3yvQwE45qeRecDptDszuW8xlB89LImm/s400/ukuran+baja+tulangan+sirip.jpg
Sedangkan toleransi diameter pada masing-masing baja tulangan beton adalah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcBbjHAUXoPjFVCwu-ENQ4q31kc4f3-avhyphenhyphenO4gJk18bcQxNe_2l3sOZa_zrEUxG6g7VWuNTCgtcX5rt1Z3Qik0YxY1eoMMxp7pCdALQSbsvqp3LNTz_YMp1L0rXIdIEtZPCNP_CJztMQfW/s400/toleransi+diameter.jpg

Sedangkan toleransi berat pada masing-masing baja tulangan beton adalah:
Diameter Nominal
Toleransi
(mm)
(%)
6 s/d 8
± 7
10 s/d 11
± 6
16 s/d 28
± 5
> 28
± 4

Kawat bendrat digunakan sebagai pengikat rangkaian tulangan-tulangan antara satu tulangan dengan yang lainnya baik untuk tulangan kolom, balok, slab, shearwall, atau pun rangkaian tulangan lainnya sehingga membentuk sutau rangkaian rangka elemen struktur yang siap dicor.
Selain itu, kawat ini juga dapat digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengikatan beton decking pada tulangan serta mengikat material-material lain.

Besi polos adalah besi yang memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi ulir atau besi tulangan beton sirip adalah batang besi dengan bentuk permukaan khusus berbentuk sirip melintang (puntir/sirip ikan) atau rusuk memanjang (sirip teratur/bambu) dengan pola tertentu, atau batang tulangan yang dipilin pada proses produksinya.


BERAT BESI BETON POLOS (PLAIN)

(YANG POPULER DILAPANGAN)







NO
JENIS BESI
DIAMETER (Ø) - PANJANG
BERAT (kg)
BERAT per M' (kg)
1
BESI BETON POLOS
6 MM - 12M
2,66
0,22
2
8 MM - 12M
4,47
0,37
3
9 MM - 12M
6,00
0,5
4
10 MM - 12M
7,40
0,62
5
12 MM - 12M
10,66
0,89
6
13 MM - 12M
12,48
1,04
7
16 MM - 12M
18,96
1,58
8
19 MM - 12M
26,76
2,23
9
22 MM - 12M
35,76
2,98
10
25 MM - 12M
46,20
3,85
11
28 MM - 12M
57,96
4,83
12
32 MM - 12M
75,72
6,31
13
36 MM - 12M
95,88
7,99










daftar BERAT BESI BETON ULIR (DEFORM)

(YANG POPULER DILAPANGAN)







NO
JENIS BESI
DIAMETER (Ø) - PANJANG
BERAT (kg)
BERAT per M' (kg)
1
BESI BETON ULIR
10 MM - 12M
7,40
0,62
2
13 MM - 12M
12,48
1,04
3
16 MM - 12M
18,96
1,58
4
19 MM - 12M
26,76
2,23
5
22 MM - 12M
35,76
2,98
6
25 MM - 12M
46,20
3,85
7
29 MM - 12M
62,28
5,19
8
32 MM - 12M
75,72
6,31
9
36 MM - 12M
95,88
7,99






plat beton menjadi satu kesatuan monolit yang mampu menahan beban dan gaya yang bekerja pada suatu bangunan. Alasan menggunakan tulangan baja ialah karena baja sangat baik dan mampu menerima gaya tarik.
Pada beton bertulang, kita memanfaatkan sifat-sifat baik beton dalam menerima tekanan serta memakai tulangan pada daerah-daerah yang menerima gaya tarik.
Jadi tulangan pada konstruksi beton sangat diperlukan untuk menahan gaya tarik yang terjadi, maka dari itu diperlukan luasan tulangan minimum pada penampang beton bruto. Dengan mengetahui φ tulangan minimum yang harus terpasang, maka konstruksi relatif aman untuk dilaksanakan.

Baja tulangan beton tidak boleh menganudng serpihan, lipatan, retakan, cema (luka pd besi beton yang terjadi karena proses cenai) yang dalam dan hanya diperkenankan berkara ringan pada permukaan.

Rabu, 08 Januari 2014



BAHAN BAHAN BETON
1.        Pengertian Beton
A.   Definisi beton
   Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau
agregat-agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat
dari semen dan air membentuk suatu massa mirip-batuan

Beton bertulang adalah suatu
kombinasi antara beton dan baja dimana tulangan baja berfungsi menyediakan kuat
tarik yang tidak dimiliki beton
Campuran/komposisi beton ialah semen,pasir,kerikil,air
Fungsi agregat (kerikil) kasar adalah komponen utama yang paling banyak memberikan sumbangan kekuatan kepada calon beton nantinya. Secara umum, kekuatan beton tergantung pada kekuatan agregat kasarnya.
Sedangkan fungsi agregat halus (pasir) pada beton adalah sebagai bahan pengisi (filler) yang akan mengurangi bahkan menutupi rongga-rongga udara atau rongga kosong diantara agregat kasar dan mortar. Semakin padat struktur beton maka semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Hal inilah yang membuat pemilihan agregat kasar yang baik menjadi faktor yang penting dalam pembuatan atau perencanaan beton.
Jika kadar semen dinaikkan,maka kekuatan dan durabilitas beton juga akan meningkat.semen bersama air akan membentuk pasta yang akan mengikat agregat mulai dari yang paling kasar(kerikil) sampai yang paling halus (pasir)
Air disini berfungsi sebagai pereaksi ,yaitu menciptakan reaksi bagi semen agar bias menjadi pasta dan mengikat agregat yang ada